be different be YOUnique

Showing posts with label ARTIKEL. Show all posts
Showing posts with label ARTIKEL. Show all posts

Friday, 19 June 2020

Manfaat Menulis Untuk Dirimu Versi Lebih Baik

Sebenarnya ini bukanlah tulisan pertamaku di bulan ini. Ingin aku post tulisanku kemarin di blog “diamonda” ini namun apalah daya, tulisanku bukan menjadi hak milikku. Sedikit cerita aku mencoba menulis di akun-akun freelance. Hasilnya adalah nihil. Aku belum berhasil. Namun itu bukan menjadi alasanku berhenti menulis. Aku memang harus banyak belajar lagi soal kepenulisan yang baru aku pelajari beberapa bulan belakangan. Belajar tentang cara menulis artikel yang baik sampai ke artikel SEO, copywriting, content writing, creative writing, dan lainnya yang menjadi istilah dan ilmu baru buatku. 

Ceritaku tentang menulis, sebenarnya ingin aku tekuni sejak kuliah. Namun karena ke-sok sibuk-an ku, aku belum bisa terjun ke dunia ini. Ingin aku buat blog yang isinya tentang tema apa yang ingin aku diskusikan, bahan apa yang grundel di pikiranku, dan beberapa kisah hidupku. Pada akhirnya blog yang aku maksud baru pecah telur tahun ini. Tujuanku menulis karena setahuku menulis dapat meningkatkan kemampuan berfikir, meningkatkan kesehatan mental bahkan fisik. 



Satu artikel yang aku lansir dari penulis bernama M Cecil Smith, Ph.D. di Northern Illinois University, ada banyak hal manfaat menulis yang mendasari kenapa aku membuat blog “diamonda” ini, diantaranya adalah :

Meningkatkan Kemampuan Berfikir
Kemampuan berfikir ini meliputi banyak hal juga. Hal yang mendasari karena menulis adalah sarana “connect the dots in their knowledge”. Penjabarannya meliputi :
1. Meningkatkan kemampuan berfikir
2. Meningkatkan kreativitas
3. Meningkatkan kemampuan mengingat sesuatu
4. Meningkatkan kemampuan kognitif
5. Meningkatkan kemampuan fokus
6. Meningkatkan kemampuan perencanaan ke masa depan
7. Sebagai sarana evaluasi pengalaman di masa lalu

Ketika kita menulis suatu topik, kita akan mengaktifkan kemampuan-kemampuan diatas, merangkainya menjadi kesatuan utuh menjadi tulisan. Seperti apa yang aku tulis saat ini. Fikiranku diasah cara berfikirnya. Karena memikirkan kerangka menulis dari prolog sampai ending, merangkai kalimat per kalimat yang tepat hingga dapat meningkatkan kreativitas. Aku juga harus fokus menulis agar tidak salah tangkap ke pembaca. Selain itu aku juga merefleksikan pengalamanku di masa lalu dan keinginanku di masa depan dengan menulis.

Membuatmu Merasa Lebih Baik
Disini kita bisa lihat 2 aspek yaitu dari fisik dan mental. Ada penelitian tentang ”Therapeutic Writing” atau “Writing Therapy” ini yang positif dapat menyembuhkan penyakit fisik dan emosional.
Ini termasuk tulisan “Expressive Writing” yaitu mengekspresikan perasaan dan pikiran lewat tulisan yang membuat stres dengan tidak memikirkan ejaan, tata bahasa, dan lainnya. Menulis ini memiliki beberapa manfaat diantaranya :
1. Menyembuhkan luka emosional 
2. Membantu proses adaptasi ke lingkungan baru 
3. Mengurangi rasa cemas dan depresi

Untuk Therapeutic Writing ini sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan. Modalnya pun cukup mudah, hanya waktu, alat tulis, kemauan dan kemampuan. Dari laman www.pijarpsikologi.com walaupun expressive writing ini cukup mudah, namun tetap ada teknis dan tatacara nya agar terapi ini lebih efektif yang meliputi :
1. Menyiapkan waktu dan tempat yang nyaman untuk menulis
2. Menulis dengan durasi bertahap yang dilakukan konsisten selama berhari-hari
3. Menuliskan perasaan dan pemikiran mendalam yang dirasakan. Bisa meliputi kejadian traumatis maupun keinginan masa depan yang ingin dicapai
4. Tidak terpaku pada aturan menulis yang baku. Membiarkan apa kata hati mengalir deras tercurah lewat tulisan 
5. Kemampuan untuk menulis apa yang dirasakan. Ketika kejadian dirasa sangat traumatis hingga memicu stres, lebih baik berhenti dahulu menulisnya. Lalu lanjutkan lagi ketika sudah siap yah!
6. Tulisan bersifat rahasia karena tulisan ini untuk dirimu sendiri
7. Refleksikan tulisan setelah satu atau dua minggu melakukan terapi menulis ini

Sudah banyak penelitian-penelitian tentang manfaat menulis ini yang membuatku tertarik untuk menulis. Dari menulis pun juga bisa menghasilkan pundi uang. Dimulai dari menulis artikel daring sampai menulis buku. Poin plus jika tulisan diterbitkan menjadi sebuah film. Selain bermanfaat untuk diri sendiri juga bermanfaat untuk orang lain dengan memberikan informasi maupun inspirasi. 

Oh ya! Link artikel dari NIU dan web daring aku cantumin di bawah yah!
Dari tulisan ini muncul pertanyaan baru. Kalau menulis bisa meringankan stres, mana yang lebih efektif, expressive writing atau curhat ke pendengar yang baik?
Next time deh, aku cari tahu informasi dan tulis lagi ke blog ini!

Sumber :
Share:

Sunday, 3 May 2020

The Person You Really Need to Marry


Malam itu, aku berniat mencari inspirasi di Youtube. Ada salah satu judul di homepage yang terlihat clickbait karna buatku penasaran haha, “The Person You Really Need to Marry” dari channel TEDx Talks. Akhirnya aku melihat video itu lebih dari sekali karena terhanyut kisah nyata dari wanita bernama Tracy McMillan yang pernah menikah sampai 3x. Oh ya, link Youtube nya ada di bawah yah!

Sekilas tentang wanita ini, dia dititipkan dipanti sejak umur 3 bulan karena dia mempunyai Ibu seorang prostitute dan peminum alkohol. Sedangkan Bapaknya seorang kriminal dan pengedar narkoba hingga masuk bui selama 20 tahun. Karena masa kecil dan kondisi keluarganya yang seperti itu, lantas dia memiliki tujuan hidup "Tidak Ingin Ditinggalkan Oleh Orang Lain". Wanita itu berfikir, satu-satunya cara agar dia tidak ditinggalkan oleh orang lain adalah dengan cara Menikah. Ketika dia gagal dia mencoba lagi dan mencobanya lagi.

Menikah dan gagal berulang kali membuatnya belajar banyak hal tentang sebab kegagalannya. Jika berfikir tentang menikahi orang yang salah, dia tidak mengiyakan karena dia menikahi lelaki yang baik dan mapan. Setelah perceraiannya yang ke-3 dia berfikir dan memulai hidup baru karena suatu gagasan penting dalam hidup. Yaitu gagasan tentang "Menikahi Diri Sendiri".

Menikahi diri sendiri mempunyai makna yang lebih dalam dari mencintai diri sendiri. Yaitu komitmen untuk membangun suatu hubungan untuk mencapai diri yang utuh. Tidak lagi orang lain, pekerjaan, atau apapun itu yang membuatmu utuh, karena kamu sendiri sudah lebih dari utuh.

Tracy McMillan membagikan 4 poin inti dari menikahi diri sendiri yaitu menerima apapun kondisi keuangan disaat miskin atau kaya, baik atau buruk apapun kondisinya, ketika sehat atau sakit jiwa raga, dan tentang menjaga diri sendiri.
Menjaga diri sendiri disini bisa digambarkan ketika kita mencintai orang lain, secara otomatis kita akan menjaga dan melindungi orang tersebut. Disini poin nya adalah mengubah prioritas menjaga dan melindungi diri kita terlebih dahulu. Dengan itu kita mampu lebih menjaga dan melindungi orang lain.

Berlanjut dari video TEDx Talks diatas mulai ketampar tentang konsep mencintai diri sendiri. Lanjutlah explore ke laman www.psychologytoday.com dan akhirnya nemu artikel yang yahud dari Sarah Len-Multiwasekwa. Link nya aku cantumin di bawah yah!

Artikel ini berjudul “Self-Love” berisi tentang 4 tahapan kunci dalam mencintai diri sendiri. Dimulai dari Self-Awareness, Self-Worth, Self-Esteem, dan yang terakhir Self-Care.
Self-Awareness sendiri berbicara tentang kontrol diri terhadap respon emosi yang kita rasakan. Contohnya nih, ketika kita marah bukan respon kekerasan atau hujatan yang kita keluarkan, namun respon berfikir jernih dengan kepala dingin. Kunci dari kecerdasan emosional ada di Self-Awareness ini. Tahapan kedua yaitu Self-Worth, disini kita belajar tentang megakui akan kelebihan dan kelemahan diri sendiri. Sejatinya kelebihan itu bisa dikatakan suatu energi yang tidak dapat dihilangkan, namun bisa di tingkatkan. Dengan mengenali dan meningkatkan kelebihan kita atau Self-Worth ini selanjutnya kita bisa mencapai tahapan Self-Esteem. Tahapan ini dicapai ketika kita bisa mengaktualisasikan kelebihan diri sendiri seperti apa hingga tidak merasa inferior atau ketika merasa harga diri kita meningkat. Pencapaian tidak melulu soal rangking atau kompetisi dengan rekan yah! Bisa dikatakan pencapaian ketika kita mampu bertahan dan berjuang demi hidup yang lebih baik lagi, apapun kondisinya. Nah, yang terakhir nih yang kita butuhkan banget apalagi dikala sudah banyak pencapaian yang kita peroleh yaitu Self-Care. Disini kita belajar tentang merawat dan memanjakan diri sendiri, bisa di mulai dari mandi, berpakaian yang kita sukai, sampai melakukan apa yang kita inginkan.

Mencintai diri sendiri jauh dari kata egois. Egois berbicara tentang kepentingan tanpa ada rasa simpati dan empati. Namun mencintai diri sendiri berbicara tentang kebutuhan akan hubungan timbal balik dari kasih sayang. Mencintai diri sendiri terdengar mudah, namun pada kenyataannya banyak orang yang merasa insecure, membenci dirinya sendiri, menyalahkan diri sendiri, bahkan sampai Self-Harm. Padahal, mencintai diri sendiri adalah langkah awal kita mengandalkan diri sendiri dan mencintai orang lain.
Tentang mencintai diri sendiri ini sebenarnya tamparan keras untuk orang yang mencari kebahagiaan. Sebenarnya kebahagiaan bukan di dapat dari orang lain, namun dari diri kita sendiri. Sudahkah kita mengapresiasi dan mencintai jerih payah kita sejak awal?
Share:

Tuesday, 24 March 2020

Kepribadian Kucing


Kucing,

adalah hewan yang paling dekat dengan saya sejak saya masih kecil. Sedikit cerita tentang keluarga saya, khususnya Nenek dari Ibu saya. Beliau pecinta  kucing sampai saya dengar cerita dari Ibu saya. Ketika Nenek saya berangkat sekolah dan belum menyapa kucingnya, kucingnya datang menemui Nenek saya di sekolahan. How's cute it is...

Berawal dari Nenek saya, Ibu saya pun sejak kecil juga menjadi pecinta kucing. Sampai-sampai rumahnya menjadi rumah kucing yang beranak pinak. Keluarga kami cukup unik, keluarga besar Ibu saya dari Nenek-Anak-Cucu-Cicit pecinta kucing semua, dan topik bahasan yang tidak pernah dilewatkan ketika Lebaran pun adalah bagaimana kabar kucing dirumah.

Maka dari itu, kucing tidak lepas dari kehidupan saya yang bahkan menjadi bagian dari keluarga saya. Sedari kecil bersama kucing, saya menemukan karakter kucing yang berbeda-beda. Ada yang pemalu, ada yang penakut, ada yang kagetan (seriously kagetan kalo di colek langsung ngeloncat), ada yang manja, yang cuek juga ada dan lain sebagainya.

Berawal dari situ, saya penasaran tentang kepribadian dari kucing. Tidak hanya penasaran saja, tapi dengan mengetahuinya kita sebagai pemilik kucing yang baik bisa lebih memahami kucing ketika dalam kondisi senang, stres atau sakit. Dan pastinya dengan memahaminya kita juga bisa meningkatkan rasa kenyamanan kucing saat kita pelihara di rumah.

Kepribadian kucing, hampir sama dengan tipe kepribadian manusia. Pernah mendengar tentang Big Five Personality?

Big Five Personality adalah kepribadian secara global yang meliputi 5 level tinggi rendahnya suatu kepribadian. 5 kepribadian itu meliputi Opennes, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, dan Neuroticism atau yang biasa disingkat OCEAN.

Opennes adalah kepribadian yang condong untuk berfikir kreativ dan terbuka dengan hal-hal yang baru. Conscientiousness adalah kepribadian yang well organized dan pemikir secara detail. Extraversion sering kita dengar yah ini, sama halnya dengan Extrovert yang berkebalikan dengan Introvert. Yaitu seseorang yang energinya meningkat setelah melakukan banyak interaksi sosial. Agreeableness adalah kepribadian yang kooperativ dan prososial. Yang terakhir adalah Neuroticism yaitu ketidakstabilan emosi seseorang yang apabila seseorang dikatakan tinggi neuroticism nya, seseorang condong untuk mudah kecewa dan cemas.

Nah, lalu bagaimana korelasi antara Big Five personality dengan kepribadian Kucing?
Ada tipe yang sama maupun tidak. Menurut penelitian yang penulis baca, kepribadian kucing meliputi Neuroticism, Extraversion, Agreeableness, Dominance, dan Impulsiveness. Sedikit banyak sama dengan manusia dengan penjabaran yang hampir sama pula.

Kucing dengan kepribadian Neuroticism yang tinggi cenderung untuk tidak merasa aman, mudah untuk cemas, lebih takut pada manusia, dan pemalu sehingga kucing sangat suka untuk bersembunyi. Neuroticism yang rendah kebalikannya, yaitu kucing cenderung lebih berani pada manusia atau hewan lain, kucing juga lebih suka mengeksplor jalanan. Maka dari itu pemilik kucing yang mempunyai karakter kucing dengan level Neuroticism yang tinggi disarankan untuk membuat tempat tempat persembunyian yang nyaman.

Dengan karakter Extraversion yang tinggi kucing cenderung untuk lebih aktiv karena rasa penasarannya yang sangat tinggi juga. Kucing ini sangat suka bermain sehingga sering mengajak kucing lain atau bahkan pemilik kucing untuk bermain. Saran untuk pemilik kucing Extraversion yang tinggi ini adalah selalu mengajak kucing bermain agar kucing tidak stres.

Dikatakan Agreeableness yang tinggi ketika kucing sangat ramah pada manusia, manja, suka mendekati manusia bahkan terlihat sayang pada pemiliknya. Kucing dengan Agreeableness yang rendah ketika kucing mudah menunjukkan rasa marah kepada manusia, yang biasa disebabkan karena tidak mudah bersosialisasi dan bisa pula karena kucing sedang menahan sakit dan stres

Nah, ada 2 tipe yang berbeda, yaitu Impulsiveness dan Dominance. Impulsiveness dikatakan ketika karakter kucing berubah-ubah dan tidak mudah ditebak. Biasanya kepribadian ini muncul ketika kucing dalam keadaan tidak nyaman. Yang terakhir karakter Dominance ketika kucing condong untuk lebih agresiv, dan suka mem-bully kucing lain untuk berebut makanan dan daerah teritory sehingga kucing ini lebih mudah mengalahkan kucing lain.

Lalu, apakah kepribadian kucing bisa berubah?

Bisa. Sama dengan kepribadian manusia yang bisa berubah.

Seiring bertambahnya umur kucing, kepribadian kucing bisa berubah lebih dominan dari kucing yang lebih muda. Selain itu juga tidak selincah kucing muda yang cenderung lebih ramah dan lincah.

Bagaimana pendapat pembaca? Pernahkah menemui kepribadian kucing seperti yang diatas?


Tidak hanya sesama manusia saja, namun dengan lingkungan sekitarlah kita harus belajar memahami termasuk kucing. Karena kucing mempunyai jiwa, fisik, mental layaknya manusia. Pentingnya Animal Wellfare atau kepedulian manusia terhadap hewan demi meningkatnya kualitas dan kesejahteraan hidup hewan.



Sumber :
Share:

Popular Posts

Friends

About Me

My photo
Surakarta, Mid Java, Indonesia

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan
Menjadi Wanita Merdeka 4.0 dengan Menulis

Categories